Gaya Hidup YOLO atau You Only Live Once, Sehatkah Secara Finansial?

Gaya Hidup YOLO atau You Only Live Once, Sehatkah Secara Finansial?

Gaya Hidup YOLO atau You Only Live Once, Sehatkah Secara Finansial?

Generasi milenial banyak yang menganu style hidup you only live once atau YOLO. Gaya hidup ini tekankan menikmati hidup bersama maksimal karena hidup cuma satu kali. Terdengar terlalu menarik tetapi apakah style hidup YOLO sehat secara finansial?

YOLO bisa diartikan secara tidak sama untuk tiap tiap orang. Beberapa orang berasumsi YOLO sebagai upaya memaksimalkan segala suatu hal dalam hidup, tetapi tersedia terhitung yang berasumsi untuk lebih banyak bersenang-senang di hidup yang cuma satu kali ini

Kalau anda menyalahartikan YOLO untuk fokus pada kesenangan semata, bisa-bisa anda menjadi kurang pikirkan bersama situasi finansialmu. Akibatnya, keuanganmu menjadi berantakan dan anda pun rentan terkena stres finansial.
Bandar Taruhan
Dikutip dari Swara, Jumat (1/1/2020), ketika menerapkan YOLO dalam hal mengelola keuangan, anda akan sering membawa dampak ketetapan seputar finansial bersama sembrono. Saat akan melaksanakan pengeluaran, anda tidak berkhayal efek jangka panjang dari pengeluaran tersebut.

Salah satu contoh ketetapan yang paling jelek dalam style hidup YOLO adalah mengajukan pinjaman pinjaman tanpa melaksanakan upaya yang telaten untuk melunasinya. Kamu mungkin pakai pinjaman berikut untuk bersenang-senang, jika berlibur ke luar negeri, belanja perhiasan, dan lain sebagainya.

Kamu terhitung mungkin tidak berpikir panjang ketika akan belanja suatu barang bersama metode cicilan. Padahal, cicilan akan menjadi suatu beban finansial baru yang kudu anda tanggung tiap tiap bulannya.

Karena kebiasaan-kebiasaan ini, pada akhirnya anda akan paham betapa banyaknya pinjaman dan cicilan yang kudu anda lunasi, sampai-sampai anda tidak miliki ulang sisa duit untuk menghidupi diri sendiri sehari-hari.

Bila hal ini terjadi, anda rentan mengalami stres finansial. Stres ini terhitung bisa saja mampir dari rasa tidak yakin diri ketika menyaksikan teman-teman lain seusiamu telah berdiri sendiri secara finansial, pas anda belum.

Bagi anda yang telah miliki kebiasaan menerapkan style hidup YOLO, mengubah normalitas finansial menjadi lebih sehat mungkin tidak mudah. Tapi, anda bisa coba mengikuti lebih dari satu tips berikut ini:

Memasak sendiri di rumah

Salah satu kategori pengeluaran terbesar tersedia pada makanan. Ketika mengeluarkan duit untuk makan, anda mungkin lebih tekankan kepuasan dari makanan yang dimakan dibandingkan bersama ongkos yang dikeluarkan.

Sebaiknya, anda jadi mencoba untuk membawa dampak rencana secara mingguan perihal menu makanan yang akan anda makan tiap tiap harinya. Setelah itu, anda bisa meluangkan pas untuk belanja bahan makanan dan memasak sendiri di tempat tinggal sehingga lebih hemat.

Membuat target pengeluaran mingguan

Terkadang, ketika kita tidak miliki rencana dan target keuangan, akan jadi sukar untuk mencegah diri sebelum akan melaksanakan pengeluaran. Karena itu, membawa dampak target pengeluaran bisa menjadi langkah yang efisien untuk meninggalkan normalitas YOLO.

Sebagai contoh, anda menargetkan keseluruhan pengeluaran untuk makan dalam sebulan sebesar Rp 2 juta. Bagilah keseluruhan nominal itu untuk tiap tiap minggu, jika Rp 500 ribu dalam satu minggu.

Dengan ada target ini, anda bisa memantau alur pengeluaranmu dan berencana pengeluaran untuk makan tiap tiap bulannya. Hal ini bisa menunjang sehingga anda tidak melaksanakan pengeluaran yang sukar dikendalikan.

Menahan diri sepanjang 48 jam

Strategi mencegah diri sepanjang 48 jam cocok dikerjakan ketika anda dipengaruhi untuk belanja suatu barang yang belum tentu anda butuhkan. Saat ini, kita bisa belanja segala sesuatunya bersama mudah secara online. Hal ini memang praktis dan memudahkan, tetapi di satu sisi terhitung membawa dampak kita sukar mengendalikan diri dari keinginan untuk berbelanja.

Sebelum mengambil keputusan untuk membayar, sebaiknya tahan pernah dirimu sepanjang 48 jam atau 2 hari. Bisa saja, setelah 2 hari, anda tidak ulang menginginkan barang tersebut.

Belajar dari pakar finansial

Ada banyak sekali influencer dan para pakar keuangan yang membagikan pengetahuan mereka secara gratis di internet. Kamu bisa mengandalkan informasi yang mereka bagikan sebagai referensi dan arahan dalam mengelola keuangan pribadi.

Para pakar keuangan biasanya tidak cuma miliki pemahaman dari segi teori, tetapi terhitung praktik. Mereka bisa memberi tambahan deskripsi perihal langkah-langkah yang kudu dikerjakan sehingga terhindar dari stres finansial akibat style hidup YOLO.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *