Menengok Dampak Pandemi pada Pelayanan Penyakit Selain Corona

Menengok Dampak Pandemi pada Pelayanan Penyakit Selain Corona  РKasus Covid-19 yang tetap meningkat membawa dampak banyak tempat tinggal sakit jadi rujukan penanganan penyakit yang sedang jadi pandemi tersebut.

Tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) ruang intensive care unit (ICU) di lebih dari satu tempat tinggal sakit pun terisi hampir 100 persen. Salah satunya berlangsung di Surabaya, Jawa Timur.

“Informasi yang kami dapatkan berasal dari kawan sejawat di Surabaya mengatakan ICU udah 100 % terisi,”
Bandar Taruhan
Rumah sakit yang penuh ini menimbulkan kekuatiran di sedang masyarakat, terlebih pasien penyakit gawat lain yang harus menekuni pengobatan rutin ke tempat tinggal sakit.

CNNIndonesia.com mencoba mencari jelas efek penuhnya tempat tinggal sakit terhadap pasien penyakit gawat dengan mewawancarai keluarga dan pasien dengan penyakit kronis.

Dewi, salah satu pasien kanker payudara, harus rutin menekuni kemoterapi. Rumah sakit tempatnya menekuni kemoterapi rutin jadi salah satu rujukan Covid-19.

Rasa cemas jelas nampak di dalam perasaan Dewi. “Ya, takut. Tapi, mau bagaimana lagi. Kemoterapi itu harus,”

Dewi sempat berkonsultasi terhadap dokter yang menanganinya. Sang dokter menegaskan bahwa kemoterapi selalu safe untuk dijalani. Pasalnya, wilayah ruang isolasi pasien Covid-19 berada jauh berasal dari ruang kemoterapi.

“Kemoterapi ini tersedia jadwal pastinya. Saya mau enggak mau, selalu harus ikuti itu, meski sesungguhnya takut,” kata Dewi mengeluh.

Sementara Ginanjar, pasien kanker lainnya, mengaku tak sangat cemas untuk menekuni kemoterapi sepanjang era pandemi. Ginanjar sendiri menekuni kemoterapi di salah satu tempat tinggal sakit swasta di kawasan Jakarta Selatan.

Ginanjar, yang divonis kanker paru terhadap medio 2020 lalu, terasa tak menemukan hambatan berarti sepanjang menekuni kemoterapi. Baginya, yang perlu adalah sikap optimistis dan anggapan yang positif.

“Kalau kami kekuatiran banget, bisa-bisa badan semakin drop,” kata Ginanjar.

Lagi pula, Ginanjar tak mau kelewatan jadwal rutin kemoterapi. “Kalau sekali aja jadwal kemoterapi terlewat, pengobatan bisa terhambat,” katanya.

Hal yang salah termasuk diungkapkan Mulyani, salah satu keluarga pasien gagal ginjal. Mulyani mengaku selalu mendapat ruang di tempat tinggal sakit untuk perawatan suaminya yang mengalami gagal ginjal. Sang suami harus menekuni terapi dialisis sebagai perawatan gagal ginjal di salah satu tempat tinggal sakit di Jawa Timur.

“Alhamdulillah, sejauh ini tidak tersedia kesusahan sepanjang pandemi. Jadwalnya udah disusun sedemikian rupa,”

Mulyani menjelaskan, suaminya selalu menekuni perawatan meski tempat tinggal sakit dipenuhi pasien Covid-19. Pasalnya, wilayah terapi dialisis berbeda dengan ruang isolasi untuk pasien Covid-19.

“Covid-19 beda sendiri ruangnya cukup jauh berasal dari poli dialisis. Jadi kami selalu sesuai jadwal, karena jikalau enggak bisa fatal akibatnya,” kata Mulyani.

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *